Semarang, 10 Agustus 2026 – Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan penyerahan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) kepada Griya Sehat Syafaat 99 (GRISS 99) Semarang. Kegiatan ini menjadi tahap awal pelaksanaan praktik lapangan sekaligus penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga mitra dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Kegiatan penyerahan mahasiswa tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Lintang Siera Putri, M.A., Sekretaris Program Studi Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog, serta dosen pembimbing PPL, Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog., Yesi Ihdina F. H., S.Si., M.Farm., dan Dr. M. Agus Wahyudi, M.Psi., M.Ag. Kehadiran jajaran pengelola program studi dan dosen pembimbing merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan PPL sebagai bagian dari pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa.
Melalui kegiatan PPL di GRISS 99 Semarang, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang dipelajari selama perkuliahan dalam konteks pelayanan dan pendampingan individu. Praktik lapangan ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan observasi, komunikasi empatik, pemahaman terhadap kondisi psikologis dan spiritual individu, serta sikap profesional dalam berinteraksi dengan klien.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan diperkenalkan dengan pendekatan sufi healing yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam proses pendampingan. Mahasiswa juga berkesempatan mengenal berbagai praktik spiritual, seperti zikir, membaca Al-Qur'an, salat, dan ruqyah sufistik. Selain itu, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai terapi komplementer yang diterapkan di GRISS 99, antara lain akupresur, bekam, dan penggunaan herbal.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai pendekatan pendampingan yang memperhatikan dimensi fisik, psikologis, dan spiritual. Dengan demikian, pembelajaran di lapangan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan konseptual, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis, kepekaan sosial, dan kemampuan menerapkan etika profesional.
Selama menjalani PPL, mahasiswa diharapkan mematuhi tata tertib lembaga, menjaga kerahasiaan dan privasi klien, serta melaksanakan kegiatan sesuai dengan arahan pembimbing dan batas kompetensi sebagai mahasiswa. Pendampingan dan supervisi menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung secara bertanggung jawab dan sesuai dengan tujuan pendidikan program studi.
Pelaksanaan PPL di GRISS 99 Semarang juga menjadi sarana untuk memperkuat keterkaitan antara teori tasawuf, psikologi, dan psikoterapi dengan kebutuhan praktik di masyarakat. Melalui pengalaman langsung, mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan pendekatan spiritual dalam pendampingan individu secara lebih kontekstual dan kritis.
Kerja sama antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan GRISS 99 Semarang diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran aplikatif dan peningkatan kualitas lulusan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi. Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman belajar, mengembangkan kompetensi profesional, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan pelayanan psikologis dan spiritual di masyarakat.
[Red: Suga]