
Surakarta, 14 Oktober 2026 — Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan diskusi dosen bertajuk “Cyber-Sufism: Praktik Spiritual dalam Ruang Digital” di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dr. M. Agus Wahyudi, M.Psi., M.Ag., dosen Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, sebagai pemateri, dengan Dr. Mamluatur Rahmah, M.Ag., sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Agus menyampaikan bahwa persoalan kontemporer tidak lagi sebatas bagaimana nilai-nilai keislaman dan tasawuf menjadi modal spiritual dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Lebih dari itu, ruang digital kini telah menjadi medan sekaligus ruang praktik keagamaan, tempat umat mengakses ajaran, menjalankan ritual, membangun komunitas, dan memelihara relasi spiritual.

Representasi fenomena Cyber-Sufism tersebut dapat dilihat pada Tarekat Naqshabandi Haqqani, yang memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung aktivitas spiritual dan pembelajaran tarekat. Praktik tersebut antara lain meliputi baiat daring, zikir melalui siaran langsung, kajian tasawuf melalui media sosial, serta layanan bimbingan spiritual melalui platform internet.
Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi keagamaan, tetapi juga turut membentuk cara praktik spiritual dijalankan, hubungan mursyid–murid dipelihara, dan otoritas spiritual dinegosiasikan dalam konteks keberagamaan kontemporer.

Agus juga menyoroti pentingnya peran zawiyah lokal sebagai ruang mediasi yang menghubungkan ajaran tarekat berskala transnasional dengan konteks sosial dan budaya masyarakat setempat. Dengan demikian, transformasi digital dalam tasawuf tidak serta-merta menghilangkan peran ruang dan komunitas tradisional, tetapi menghadirkan pola interaksi baru antara praktik spiritual secara langsung dan aktivitas keagamaan di ruang siber.
Melalui diskusi ini, diharapkan dapat memperluas perspektif akademik mengenai dinamika tasawuf dan keberagamaan di era digital, sekaligus mengembangkan kajian kritis tentang hubungan agama, teknologi, dan transformasi praktik spiritual dalam masyarakat kontemporer.
(Red: Suga, Foto: Hmps TP)