Semarang, 9 September 2026

Rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, UIN Raden Mas Said Surakarta di Griya Sehat Syafaat 99 (GRISS 99) Semarang resmi berakhir. Penarikan mahasiswa menjadi momentum untuk mengevaluasi pengalaman yang telah diperoleh selama menjalani praktik. Selama PPL, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai proses pendampingan klien melalui pendekatan sufi healing sekaligus mengembangkan keterampilan yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
Mahasiswa belajar memahami alur pendampingan mulai dari menggali informasi mengenai kondisi klien, mengamati respons fisik dan emosional, mengidentifikasi permasalahan, hingga memahami dasar pemilihan pendekatan terapi. Alur tersebut merupakan bagian penting dalam pembelajaran sufi healing di GRISS 99.
Selain memahami proses terapi, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dalam membangun komunikasi dengan klien. Mereka belajar mendengarkan, bertanya secara tepat, membangun hubungan yang nyaman, menunjukkan empati, dan menjaga etika selama proses pendampingan. Mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai berbagai pendekatan terapi spiritual dan komplementer yang diterapkan di GRISS 99. Praktik yang diperkenalkan antara lain muhasabah, zikir, membaca Al-Qur'an, salat, ruqyah, serta terapi penunjang seperti akupresur, bekam, dan herbal. Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara tasawuf, psikologi, kondisi emosional, dan kesehatan.
Kegiatan PPL juga memberikan pengalaman mengenai pentingnya kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan mengikuti arahan pembimbing terapis. Mahasiswa belajar bahwa proses pendampingan membutuhkan sikap profesional dan kesadaran terhadap batas kompetensi.
Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi yang diwakili oleh dosen pembimbing Yesi Ihdina F. H., S.Si., M.Farm. menyampaikan apresiasi kepada GRISS 99 Semarang atas kesempatan belajar dan pengalaman praktik yang diberikan kepada mahasiswa. Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman dan mendekatkan mahasiswa dengan kondisi nyata di lapangan.
Setelah kembali ke kampus, pengalaman PPL diharapkan menjadi bahan refleksi dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Pengetahuan yang diperoleh selama praktik dapat menjadi bekal untuk memperdalam kajian Tasawuf dan Psikoterapi serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.