Semarang, 22 Agustus 2026 -- Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa di Griya Sehat Syafaat 99 (GRISS 99) Semarang. Lembaga yang didirikan oleh Mustamir Pedak, S.Ked., ini berfokus pada pelayanan kesehatan dan psikoterapi berbasis tasawuf. Kegiatan monitoring dilakukan oleh dosen pembimbing, Dr. M. Agus Wahyudi, M.Psi., M.Ag., untuk mengetahui perkembangan mahasiswa sekaligus memastikan pelaksanaan praktik berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran program studi.

Monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan PPL, terutama untuk menjembatani pengetahuan teoretis yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dengan pengalaman praktik di lapangan. Melalui kegiatan ini, dosen pembimbing mengevaluasi kedisiplinan, keaktifan, kemampuan komunikasi, tanggung jawab, serta penerapan etika mahasiswa selama mengikuti kegiatan di GRISS 99. Evaluasi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pengalaman, perkembangan kompetensi, dan kendala yang dihadapi selama menjalani praktik.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperoleh pendampingan dari guru pamong, Dika Dwiyanto, S.Ag., M.Psi. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengamati dan mempelajari proses pendampingan klien, mulai dari penggalian informasi, pengamatan kondisi fisik dan emosional, hingga pengenalan pendekatan terapi yang relevan. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya proses pendampingan yang memperhatikan kondisi dan kebutuhan setiap individu.
Salah satu kompetensi yang dikembangkan selama PPL adalah kemampuan membangun komunikasi terapeutik. Mahasiswa belajar mendengarkan secara aktif, menggali informasi secara tepat, menunjukkan empati, serta menjaga sikap profesional ketika berinteraksi dengan klien. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada pendekatan sufi healing yang mengintegrasikan dimensi spiritual dalam proses pendampingan. Praktik spiritual yang dipelajari meliputi zikir nafas, salat, dan ruqyah sufistik. Mahasiswa juga mengenal terapi komplementer yang diterapkan di GRISS 99, seperti akupresur, bekam, dan penggunaan herbal.
Pengalaman tersebut memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik Tasawuf dan Psikoterapi dalam konteks pelayanan kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep dan teori, tetapi juga mengembangkan kepekaan sosial, kemampuan interpersonal, sikap empatik, serta kesadaran terhadap pentingnya menjaga kerahasiaan dan menghormati klien.
Dalam kegiatan monitoring, dosen pembimbing juga memberikan arahan agar mahasiswa senantiasa meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan melakukan refleksi atas pengalaman yang diperoleh. Evaluasi ini sekaligus memperkuat koordinasi antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan GRISS 99 sebagai mitra pelaksanaan PPL.
Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, kegiatan PPL diharapkan tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan kompetensi dan etika profesional mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik, nilai-nilai spiritual, dan keterampilan pendampingan dalam menghadapi kebutuhan masyarakat secara bertanggung jawab. [Red & Foto: Suga]