Semarang, 24 Agustus 2026

Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, UIN Raden Mas Said Surakarta di Griya Sehat Syafaat 99 (GRISS 99) Semarang terus dipantau melalui kegiatan monitoring dan evaluasi. Monitoring dilakukan oleh dosen pembimbing Yesi Ihdina F. H., S.Si., M.Farm. untuk melihat perkembangan mahasiswa sekaligus memastikan pengalaman yang diperoleh selama praktik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Monitoring menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PPL. Melalui kegiatan ini, dosen pembimbing dapat mengetahui pengalaman mahasiswa selama berada di lapangan, perkembangan kompetensi yang diperoleh, serta berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama mengikuti kegiatan di GRISS 99. Dalam kegiatan monitoring, dilakukan komunikasi dan evaluasi bersama antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pihak GRISS 99. Pembahasan mencakup keaktifan mahasiswa, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, pemahaman terhadap kegiatan lapangan, serta penerapan etika selama mengikuti proses praktik. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman selama melaksanakan PPL. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk membantu mahasiswa menghubungkan materi yang telah diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.

Selama berada di GRISS 99, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami proses pendampingan klien melalui pendekatan sufi healing. Mahasiswa belajar mengikuti proses penggalian informasi, mengamati kondisi fisik dan emosional, memahami permasalahan klien, serta mengenal proses diagnosis dan pemilihan terapi yang sesuai. Pola tersebut sejalan dengan gambaran alur sufi healing yang diterapkan di GRISS 99.
Pengalaman yang paling banyak dikembangkan mahasiswa adalah kemampuan berinteraksi dengan klien. Mahasiswa belajar melakukan komunikasi terapeutik, mendengarkan secara aktif, menggali informasi dengan tepat, menunjukkan empati, serta menjaga sikap selama berada dalam proses pendampingan. Mahasiswa juga semakin mengenal penerapan terapi berbasis spiritual dan komplementer. Zikir, membaca Al-Qur'an, salat dan ruqyah diperkenalkan sebagai bagian dari terapi utama, sementara akupresur, bekam dan herbal merupakan bentuk terapi penunjang yang dikenal dalam praktik GRISS 99.
Kegiatan PPL di GRISS 99 Semarang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami praktik pendampingan dari perspektif yang lebih komprehensif. Mahasiswa belajar bahwa proses pendampingan tidak hanya membutuhkan pemahaman teoritis, tetapi juga kemampuan membangun hubungan interpersonal, mendengarkan secara aktif, menunjukkan empati, menjaga kerahasiaan, serta menghormati setiap individu klien yang didampingi.
Dosen pembimbing memberikan arahan agar mahasiswa terus meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan melakukan refleksi terhadap setiap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan PPL. Monitoring ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan GRISS 99 sebagai mitra PPL. Evaluasi bersama diharapkan dapat menjaga kualitas pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan capaian pembelajaran.
Dengan adanya monitoring secara berkala, pelaksanaan PPL diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik. Kegiatan ini diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi, etika profesional, kepekaan sosial, dan kemampuan menerapkan nilai-nilai Tasawuf dan Psikoterapi dalam kegiatan praktik langsung dengan klien maupun dalam kehidupan masyarakat.
Dari ruang kuliah menuju pengalaman nyata. PPL menjadi proses pembentukan kompetensi dan karakter profesional mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi.